Viralnya tayangan ruang VAR kosong dalam pertandingan Liga 2 (Pegadaian Championship) langsung memicu polemik di kalangan pecinta sepak bola Indonesia. Banyak yang mengira sistem VAR tidak berjalan atau bahkan dioperasikan tanpa petugas. Namun, operator kompetisi, I.League, akhirnya buka suara dan memberikan klarifikasi resmi.

Insiden ini terjadi dalam laga antara Persiba Balikpapan vs PSS Sleman, tepatnya saat wasit melakukan pengecekan VAR di menit ke-50. Dalam siaran langsung, kamera menyorot ruang kontrol VAR yang tampak kosong, sehingga memunculkan kecurigaan publik terkait transparansi penggunaan teknologi tersebut.

Namun, I.League menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan karena VAR tidak berfungsi atau tidak ada petugas. Mereka memastikan seluruh perangkat dan personel VAR—mulai dari wasit VAR, asisten VAR, hingga replay operator—tetap berada di posisi dan bekerja sesuai prosedur sepanjang pertandingan berlangsung.

Masalah utama ternyata berasal dari sisi teknis siaran. Terjadi system error pada penayangan, yang membuat visual yang ditampilkan ke publik tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di ruang VAR. Dengan kata lain, ruang tersebut tidak benar-benar kosong—hanya tampilannya saja yang bermasalah di layar.

I.League juga menegaskan bahwa proses pengambilan keputusan tetap berjalan normal. Komunikasi antara wasit di lapangan dan tim VAR tetap aktif, bahkan keputusan penting—seperti perubahan kartu kuning menjadi kartu merah—tetap diambil melalui koordinasi resmi sesuai regulasi.

Kejadian ini menjadi pelajaran penting terkait implementasi teknologi VAR di Indonesia, terutama dalam hal kualitas siaran dan transparansi visual kepada penonton. Meski sistem di lapangan berjalan normal, gangguan teknis seperti ini bisa memicu kesalahpahaman besar di publik.

Dengan klarifikasi ini, bisa disimpulkan bahwa kontroversi “ruang VAR kosong” bukanlah pelanggaran atau kegagalan sistem VAR, melainkan murni masalah teknis pada tayangan siaran.


baca berita olahraga lainnya klik disini

0 Komentar