Isu mundurnya Timnas Iran dari Piala Dunia FIFA 2026 tengah ramai diperbincangkan menjelang turnamen yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Ketegangan geopolitik membuat kemungkinan Iran absen bukan sekadar spekulasi, tetapi sebuah skenario nyata yang kini menjadi topik serius di dunia sepak bola.

Namun, jika Iran benar-benar mundur dari turnamen, banyak penggemar – termasuk di Indonesia – bertanya satu hal: apakah Timnas Indonesia berpeluang dipilih FIFA sebagai pengganti?

 Aturan FIFA soal Pengganti Tim yang Mundur

Regulasi resmi FIFA menetapkan bahwa jika sebuah tim yang sudah lolos menarik diri atau dikeluarkan, maka FIFA memiliki wewenang penuh untuk memutuskan tindakan selanjutnya. Dalam Competition Regulations tercantum bahwa FIFA bisa memilih tim pengganti, namun keputusan akhir dilakukan atas kebijakan organisasi itu sendiri.

Lebih spesifik lagi, aturan turnamen biasanya memilih tim dari konfederasi yang sama, yaitu AFC untuk kasus Iran. Pilihan yang paling umum adalah:

  • Tim yang menjadi runner-up langsung di play-off kualifikasi,
  • atau tim dengan peringkat tertinggi yang belum lolos dari kualifikasi AFC.


 Indonesia Tidak Masuk Daftar Utama Kandidat

Menurut laporan media, posisi pengganti Iran diprediksi bakal jatuh ke tim seperti Irak atau Uni Emirat Arab (UEA) jika Iran benar-benar absen. Kedua tim tersebut berhasil melaju jauh dalam kualifikasi zona Asia – bahkan berkompetisi sampai ke play-off akhir dan sempat menghadapi peluang lolos inter-continental play-off.

Sementara itu, Indonesia tidak termasuk dalam daftar kandidat utama karena langkah Garuda terhenti lebih dini di kualifikasi Piala Dunia 2026. Performa di babak keempat kualifikasi tidak cukup kuat untuk menjadikan Indonesia sebagai pilihan pengganti dalam skenario pengunduran diri Iran.

Ini artinya peluang Indonesia menggantikan Iran langsung di putaran final sangat kecil jika dilihat dari sisi performa kualifikasi.


 Apakah Peluang Sama Sekali Tidak Ada?

Secara aturan, FIFA bisa memilih tim mana pun dalam keadaan luar biasa. Namun dalam banyak kasus sebelumnya, organisasi memilih tim dari konfederasi yang sama dan yang prestasinya paling tinggi di kualifikasi, agar slot regional tetap seimbang.

Dengan kondisi ini, Indonesia bukan kandidat utama untuk menggantikan Iran karena performa kualifikasi yang tidak sejajar dengan kandidat pengganti lain seperti Irak atau UEA.


 Kesimpulan

Jika Iran benar-benar mundur dari Piala Dunia 2026, slot mereka tidak otomatis menjadi milik Timnas Indonesia. FIFA kemungkinan besar akan memilih pengganti dari tim Asia yang punya prestasi kualifikasi terbaik setelah Iran – seperti Irak atau UEA.

Indonesia bisa berharap, tetapi peluangnya sangat tipis secara aturan dan prestasi. Meski demikian, situasi ini mengingatkan bahwa setiap peluang di sepak bola – termasuk lewat jalur administratif – tetap bergantung pada regulasi resmi dan keputusan FIFA.



BACA BERITA SEPAKBOLA LAINNYA DISINI

0 Komentar